Rumah Dhuafa Luncurkan Rumah Tahfidz At Tanzil Buat Anak Yatim

0
234
Santri Rumah Tahfidz At Tanzil berfoto bersama 

godepok – Rumah Dhuafa pada Sabtu (17/3) meluncurkan sekolah mengaji dan menghafal Al -Quran atau Rumah Tahfidz AT Tanzil di Jalan Raya Depok-Cibinong.

Pengurus Yayasan Rumah Dhuafa Luhur Pujiyanto kepada wartawan mengatakan peluncuran rumah Tahfidz At Tanzil ini sebagai langkah membumikan Al Quran kepada generasi anak-anak saat ini.

Peluncuran Rumah Tahfidz At Tanzil sebagai bentuk perwujudan kepedulian Rumah Dhuafa terhadap masyarakat terutama yang minim membaca Alquran karena perkembangan jaman modernisasi dimana saat ini anak anak lebih suka dengan Gadgetnya.

“Kita luncurkan rumah Tahfiz At Tanzil untuk anak yatim dan masyarakat umum sebagai langkah memperdalam nilai-nilai agama Islam dengan membaca Al-Quran” katanya.

Dia menambahkan, Rumah Tahfidz At Tanzil merupakan tempat mencetak generasi penghafal dan cinta terhadap Alquran.

“Untuk itu keberadaan rumah tahfidz diharapkan terus bertambah agar semakin banyak para generasi muda yang terus menghafal dan mengamalkan Alquran.

Berdirinya Rumah Tahfidz ini dilatar belakangi kepedulian terhadap masa depan anak-anak yatim dan dhuafa yang selama ini masih luput dari perhatian.

“Kami mencoba memberi solusi atas masalah ini dengan mengajarkan kepada mereka Al-qur’an sebagai bekal mereka untuk mendapatkan kemuliaan di dunia dan akhirat” katanya.

Tidak hanya santri dari anak yatim saja, akan tetapi rumah Tahfidz At Tanzil juga menerima santri umum lainnya yang ingin belajar menghafal dan menguasai Alquran hingga 30 Juzz.

Untuk santri yatim atau dhuafa gratis, bahkan mereka kami berikan seragam, Alqur’an, dan beasiswa pendidikan ke sekolah yang mereka inginkan atau sekolah negeri favorit.

Para pengajar di Rumah Tahfidz ini menggunakan banyak metode, sesuai dengan pengalaman yang mereka dapatkan di tempat mereka menghafal sebelumnya.

“Buat kami metode tidak menjadi persoalan, yang terpenting para santri bisa menerima dan nyaman dengan metode yang diterapkan oleh para pengajar. Para pengajar pun sering bertukar fikiran mengenai metode yang diterapkan oleh pengajar lain, sehingga dapat saling melengkapi” katanya.

Luhur menyebutkan dalam Faathir 29:30 sesungguhhnya orang orang yang membaca al kitab Allah dan mengerjakan shalat dan menafkahkan sebagian rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka akan dengan diam diam dan terang- terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunianya sesungguhnya Allah Maha Pengampun Lagi Maha Mensyukuri.(aji godepok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here