Sepanjang 2020 Tercatat ada Tiga Ribu Laporan Kasus Tuberkulosis

0

godepok-SeputarDepok, Sepanjang tahun 2020 lalu, Dinas Kesehatan Kota Depok mencatat ada sekitar 3.000 laporan kasus tuberkulosis.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Novarita mengemukakan bahwa pandemi Covid-19 yang telah melanda setahun lebih menghambat pelacakan kasus-kasus tuberkulosis (TB/TBC) dimasyarakat.

“TBC ini yang penting bagaimana kita mendapatkan kasus dengan melakukan investigasi kontak,”katanya.

Satu penderita TBC bisa menularkan ke 10 orang terdekat.

“Ini yang harus kita cari dan ini terkendala karena adanya pandemi, jadi orang kadang-kadang tidak berani untuk kunjungan rumah,” ujarnya.

Ia menambahkan, sepanjang 2020 lalu, Dinas Kesehatan Kota Depok mencatat ada sekitar 3.000 laporan kasus tuberkulosis.

Catatan dara itu tergolong rendah, jika dibandingkan laporan-laporan tahun sebelumnya.

“Sebelumnya tinggi. Ini rendah karena tidak ketemu saja karena kan lacak kasusnya kurang. Belum ketemu karena kita belum melakukan investigasi kontak dengan maksimal,” ujarnya.

Berbeda dengan Covid-19 yang dapat menyerang secara akut, tuberkulosis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis itu disebut bersifat

“pelan tapi pasti,” terangnya.

Efek tuberkulosis tidak langsung terlihat seperti halnya infeksi virus SARS-CoV-2 pada pasien Covid-19 bergejala. Novarita menjelaskan, pengobatan tuberkulosis dilakukan secara jangka panjang, sekitar 6-12 bulan. Ini yang menjadi tantangan.

“Kalau dia tidak disiplin minum obat, ini menjadi masalah. Ketika dia resisten, obatnya nggak mempan,”katanya.

Diganti obat lagi, nggak mempan. Ini kalau nggak mempan terus artinya potensi dia menularkan ke orang lain tinggi dan itu yang dikhawatirkan.

“Orang kan tidak peduli lagi dengan itu karena orang fokus ke Covid-19, sehingga pengobatan agak terabaikan, dan mereka juga tidak berani ke puskesmas untuk ambil obatnya,”pungkasnya.(AH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here