Setya Novanto merasa kesulitan melunasi uang pengganti kasus korupsi KTP Elektronik

0
4

godepok-Nasional. Kendati sudah menghuni lapas selama lebih dari satu tahun, namun Setya Novanto belum juga melunasi uang pengganti seperti dalam perintah putusan majelis Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Total uang pengganti yang harus ia bayar itu, nominal keuntungan yang diperolehnya dari korupsi KTP Elektronik mencapai US$7,3 juta atau setara Rp106 miliar. 

Sementara, pada 13 September 2018 lalu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru mengeksekusi uang senilai Rp 1,11 miliar sebagai bentuk pembayaran cicilan ketiga. Kepada media, Novanto mengaku kesulitan untuk membayar uang pengganti tersebut. 

SetNov meminta agar kurs yang digunakan adalah tahun 2011 ketika peristiwa tindak kejahatan itu terjadi. Pada saat itu, kursnya tidak semahal sekarang yang per dollarnya mencapai Rp14 ribuan. 

Komentar itu disampaikan oleh Novanto ketika menjadi saksi persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat pada September 2018 lalu. Ia menjadi saksi bagi terdakwa keponakannya, Irvanto Hendra Pambudi dan sahabatnya, Made Oka Masagung. 

“Saya kirim surat kepada KPK karena uang pengganti itu yang harus dibayar adalah USD, waktu dulu tidak tertera kurs (dollar ke rupiah) berapa. Saya minta jaksa KPK (agar menggunakan) USD yang lama,” ujar Novanto di ruang sidang. 

Bahkan, Novanto sempat meminta kepada koleganya pengusaha migas Reza Chalid agar segera membayar utang pembelian pesawat jet pribadi. Ia mengatakan duit yang diperoleh dari pembayaran Reza itu, nantinya akan digunakan untuk melunasi uang pengganti kasus korupsi KTP Elektronik. 

“Saya berusaha yang terbaik kepada KPK dengan menjual aset. Beberapa juga (masih ada piutang) dengan Reza Chalid mengenai pesawat. Sampai sekarang belum juga dibayar padahal untuk cicilan saya,” kata Novanto pada (19/2) lalu. (bhimo godepok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here