SMK Ma’arif Ngawen Juara 1 Kompetisi Free Fire

0
332

godepok-Gunungkidul. Perkembangan game online atau eSport akhirnya diakui secara internasional. Komite Olimpiade Internasional menyatakan bahwa nantinya akan tersedia cabang olahraga eSport pada ajang olimpiade yang diadakan setiap empat tahunan. Keputusan tersebut dibuat berdasarkan pertimbangan kemajuan teknologi game yang menghadirkan para pemain yang profesional. Penggemar game online pun semakin banyak sehingga bisa menjadi target penonton olimpiade, terutama para anak muda.

Rofiq zamari S.pd.i Kepala Sekolah SMK Ma’arif Ngawen saat di temui media di kantornya Senin (20/1/2020) mengatakan perkembangan teknologi seharusnya di barengi dengan pemahaman yang juga berkembang, sehingga kita dapat memanfaatkan kemajuan teknologi dengan menciptakan prestasi.

“Alhamdulillah kami SMK Ma’arif Ngawen mampu menjadikan game online untuk mengasah kreativitas dan imajinasi peserta didik kami, dan anak didik kami mampu mempertanggung jawabkan ya dengan membawa tropi juara pertama kompetisi game online,” ungkapnya.

Rofiq menambahkan dirinya yakin sesuatu yang di tekuni secara konsisten akan membuahkan hasil yang baik.

“Setelah kita bisa melihat mereka tertarik dengan game online bagaimana sekarang kita geser perlahan agar mereka bisa menciptakan game online sendiri,” tambahnya.

Rofiq berharap peserta didiknya mampu bersaing dengan para gamers di seluruh Indonesia sehingga mampu membawa nama baik sekolah dan daerah.

“Saya berharap anak-anak mampu menjadi profesional di bidangnya sehingga mampu bersaing dengan anak-anak lain di luar sana, apa lagi kami yang berada di kampung, dengan alat seadanya bila mampu bersaing dengan anak kota yang memiliki peralatan game yang mumpuni kan luar biasa,” imbuhnya.

Pembahasan cabang olahraga game online ini dilakukan oleh Komite Olimpiade Internasional bersama para ahli eSport. Rencananya, cabang olahraga ini akan masuk pada olimpiade di tahun 2024 mendatang. Sebelum dijadikan cabang olimpiade, akan dilakukan uji coba hingga pelatihan kepada pemain game online profesional. Tujuannya untuk menyamakan standar nilai dengan cabang olahraga serta menyesuaikan dengan para atlit lainnya.

eSport sendiri memang sudah cukup berkembang pesat, termasuk di Indonesia. Banyak pertandingan game online seperti DOTA 2 yang diselenggarakan dengan peserta hingga ratusan tim. Permainan daring ini juga tersedia dalam dua format, PC dan smartphone dengan penggemarnya yang cukup banyak. Apalagi berdasarkan riset Newzoo industri game online pun ternyata mampu meningkatkan perekonomian negara dengan jumlah pendapatah hingga $385 juta.(WAP godepok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here