Status Quo, Pasar Kemirimuka Tidak Bisa Diperbaiki

0
24

godepok-SeputarDepok. Kondisi Pasar Kemirimuka yang saat ini dalam status quo tidak bisa diperbaiki oleh siapapun termasuk Pemkot Depok, Pedagang dan PT Petamburan Jaya Raya.

“Kami ingatkan saat ini Pasar Kemirimuka dalam status quo dan siapapun tidak berhak memperbaikinya,” kata ketua Paguyuban Pasar Kemirimuka Yaha Barhaya terkait adanya pihak KPPMD pimpinan Karno yang masih ingin memperbaiiki saluran air Pasar Kemirimuka.

Dia kepada wartawan mengatakan, pedagang KPPMD pimpinan Karno, APPSI atau siapapun, termasuk Pemkot Depok yang memperbaiki saluran air di Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji karena bukan hak mereka untuk memperbaikinya.

PT Petamburan Jaya Raya adalah pemilik Pasar Kemirimuka karena telah memenangi persidangan sebanyak sembilan kali atas Pemkot Depok. Hasil keputusannya pun sudah mengikat.

“Kami keberatan (rencana perbaikan saluran air-red) oleh segelinir pedagang atas nama KPPMD, Kami sudah kirimkan surat ke dinas terkait agar perbaikan saluran tidak dilakukan,” katanya, kemarin.

Ia mengklaim, penolakan ini lantaran lahan berikut bangunan di Pasar Kemirimuka adalah milik PT Petamburan Jaya Raya yang sudah Inkrah di Mahkamah Agung dengan skor 9-0.

Hal itu, kata dia, berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI dalam tingkat Kasasi Nomor 695 K/Pdt/2011 jo Putusan Mahkamah Agung RI dalam tingkat Peninjauan Kembali Nomor 476 PK/Pdt/2013 yang telah berkekuatan hukum tetap.

“Bahwa kami pedagang Kemirimuka yang taat pada putusan MA keberatan rencana perbaikan saluran air tanpa adanya izin yang dilakukan pihak KPPMD,” katanya.

Menurut dia, segala sesuatu yang berkaitan dengan Pasar Kemirmuka, seperti perbaikan, haruslah mendapat persetujuan dari PT Petamburan Jaya Raya.

“Jika ada pihak tetap melakukan perbaikan saluran air di Pasar Kemirimuka tanpa adanya persetujuan dari PT Petamburan Jaya Raya, maka pihaknya akan mengambil langkah hukum atas hal tersebut,” tegasnya.

Yahya Barhaya menambahkan pihaknya mendapatkan keluhan dari para pedagang adanya iuran sumbangan untuk perbaikan saluran air.

“Ya kami dengar adanya pedagang ngeluh adanya iuran perbaikan saluran air,” katanya.

Dia mengatakan semestinya kondisi saat ini dimana sedang adanya wabah corona pasar menjadi sepi pendapatan dan tidak layak adanya penarikan iuran perbaikan saluran air.

“Kan kita tahu semua adanya wabah corona pengunjung pasar sepi dan pendapatan pedagang turun masih ada saja KPPMD yang seenaknya menarik iuran pedagang engak kasian apa mereka,” katanya.

Pihaknya juga mempertanyakan anggaran dari mana KPPMD melakukan perbaikan saluran air sementara yang mendukung hanya segelintir pedagang saja.

“Anggarannya dari mana? Sedang biaya beli gorong- gorong kan mahal,” katanya.

Sebelumnya, Kuasa Hukum PT Petamburan Jaya Raya, Richard Yosafat, kepada wartawan mengatakan pedagang atau siapapun, termasuk Pemkot Depok yang memperbaiki saluran air di Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji akan dilaporkan ke pihak berwajib.

PT Petamburan Jaya Raya adalah pemilik Pasar Kemirimuka karena telah memenangi persidangan sebanyak sembilan kali atas Pemkot Depok. Hasil keputusannya pun sudah mengikat.

PT Petamburan Jaya merupakan pemilik Pasar Kemirimuka yang sah karena memiliki sertifikat sementara Pemkot Depok tidak ada.

“Kami keberatan (rencana perbaikan saluran air-red). Kami sudah kirimkan surat ke dinas terkait agar perbaikan saluran tidak dilakukan,” beber Kuasa Hukum PT Petamburan Jaya Raya, Richard Yosafat, kepada wartawan di Depok.

Ia mengklaim, penolakan ini lantaran lahan berikut bangunan di Pasar Kemirimuka adalah milik kliennya, yakni PT Petamburan Jaya Raya yang sudah Inkrah di Mahkamah Agung dengan skor 9-0.

Hal itu, kata dia, berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI dalam tingkat Kasasi Nomor 695 K/Pdt/2011 jo Putusan Mahkamah Agung RI dalam tingkat Peninjauan Kembali Nomor 476 PK/Pdt/2013 yang telah berkekuatan hukum tetap.(dro godepok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here