Suporter Meninggal, Kompetisi Liga 1 Dihentikan

0
14
Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi.

godepok-Jakarta. Dampak tewasnya suporter Jack Mania akhirnya, PSSI (Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia) secara resmi menghentikan kompetisi Liga 1 2018.

Dalam kasus ini, Polrestabes Bandung sudah menetapkan 8 bobotoh sebagai tersangka, dan masih memungkinkan jumlah tersangka ini masih bisa bertambah. Para tersangka, yaitu Budiman (41), Goni Abdulrahman (20), Cepy Gunawan (20), Aditya Aggara (19), Dadang Supriatna (19), Joko Susilo (31), SM (17), dan DF (16).

Para tersangka dijerat Pasal 70 KUHPidana karena terbukti melakukan penganiayaan secara bersama-sama yang mengakibatkan korban meninggal dunia, dengan ancaman hukuman mencapai 7 tahun penjara.

PSSI menghentikan gelaran liga sepakbola nomer satu di Indonesia hingga waktu yang tidak ditentukan. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi, setelah menggelar pertemuan dengan Exco PSSI di Jakarta, kemarin. Menurut dia, penghentian kompetisi dilakukan selama investigasi kasus tewasnya Haringga Sirila, sekaligus bentuk keprihatinan PSSI atas kondisi sepak bola di Liga 1. “Kami memutuskan menghentikan Liga 1 senior dalam pertandingan putaran kedua di 18 klub sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” kata Edy Rahmayadi, merujuk pada pekan ke-24 kompetisi. “Ini juga merupakan salah satu bentuk keprihatinan kami dan rasa belasungkawa kami terhadap almarhum,” imbuhnya.

Sementara ditemui terpisah, Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono mengatakan bahwa proses investigasi tewasnya Haringga Sirila diyakini tidak akan makan waktu lama. Menurutnya, proses tersebut hanya akan makan waktu tiga sampai lima hari. “Investigasi lanjutan penting dilakukan agar PSSI mengambil keputusan dengan cermat, investigasinya komprehensif sehingga putusan Komisi Disiplin akurat. Saya rasa kita butuh cepat, saya rasa tidak sampai tiga sampai lima hari,” kata Joko. Desakan untuk menghentikan sementara Liga 1 sebelumnya diumumkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. “Kejadian ini bukan lagi tragedi sepak bola, tetapi nasional. Atas kejadian ini, kami sebagai pemerintah memutuskan untuk meng hentikan sementara Liga Indonesia selama dua pekan,” ucap Imam Nahrawi di Kemenpora, Jakarta, kemarin.

“Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada korban. Selain itu, selama liga diberhentikan, kami akan melakukan evaluasi besar dan melihat langkah-langkah yang di ambil PSSI sebagai pemegang tanggung jawab.” Pemerintah, lanjut Imam, mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan oleh pihak kepolisian yang sampai sekarang sudah menetapkan beberapa tersangka. “Usutlah dengan tuntas agar peristiwa ini tidak terulang kembali dan tidak muncul lagi korban-korban baru dan orangorang tua baru yang menyesali kejadian ini,” harap Imam. Sebelumnya, Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) sebagai badan yang menangani olahraga profesional juga meminta kompetisi untuk disetop sementara.

Harapannya, penghentian ini penyelesaian dan solusi dari kasus kekerasan ini bisa diperoleh. Ketua Umum BOPI Richard Sam Bera mengatakan ada enam sikap yang dikeluarkan terkait peristiwa ini. Seperti diketahui, suporter Persija Jakarta Haringga Sirila menjadi objek pengeroyokan yang dilakukan oknum pendukung Persib Bandung di sekitar Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (23/9). Korban meninggal setelah dianiaya. Kematian Haringga menambah daftar panjang korban yang jatuh akibat kekerasan dalam laga sepak bola. Khusus rivalitas Persib vs Persija, berdasarkan laporan Save Our Soccer, terdapat enam korban meninggal dunia, termasuk Haringga. Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) juga angkat suara terkait insiden mengenaskan ini.

Wakil Ketua APPI Andritany Ardhiyasa mengatakan bahwa setiap pemain yang tergabung dalam APPI sepakat untuk tidak bermain dalam per tandingan pekan ke-24 Liga 1 2018 yang sejatinya akan berlangsung pada 28-30 September 2018. “Ini sebagai bentuk belasung kawa atas insiden yang terjadi dan juga sebagai bentuk desakan kepada suporter hingga tercapainya nota damai suporter,” paparnya kemarin. (bhimo godepok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here