Terindikasi Covid 19, Kantor Setda Ditutup

0

godepokSeputarDepok, Kantor Sekretariat Pemkot Depok di Jalan Margonda ditutup sejak 1-7 September 2020 karena dikabarkan ada satu pegawainya terindikasi Covid 19.

Ketua Harian Tim Gugus Kota Depok Sri Utomo mengatakan karena adanya salah satu karyawan di lingkungan kerja Sekda yang terindikasi Covid 19 maka dilakukan penutupan kantor Sekda selama sepekan.

“Untuk ASN di lingkungan Sekda untuk sementara kami instruksikan bekerja di rumah selama satu minggu,”katanya.

Kedepannya akan dilakukan pemeriksaan Swab PCR kepada ASN yang ada di lingkungan Sekda Balaikota Depok.

Akibat kejadian itu, layanan operasional di kantor tersebut terpaksa ditutup selama sepekan.

Sekda Kota Depok, Hardiono tak menampik adanya peristiwa tersebut. Ia mengaku, kasus ini kali pertama ditemukan dari salah satu office boy (OB).

“Iya (yang kena COVID) OB yang suka mondar-mandir di ruangan saya. Tapi bukan hanya ruangan saya aja, dia itu ke tempat lain juga muter-muter,” katanya saat dikonfirmasi pada Selasa 1 September 2020

Ketika disinggung apakah ada lagi yang terpapar, Hardiono mengaku tidak tahu.

Lebih lanjut Hardiono mengatakan, penutupan kantor dilakukan selama sepekan.

Namun menurut dia, idealnya selama 14 hari.

Selain Sekda Depok, kasus terkonfirmasi positif juga ditemukan di lingkungan Gedung Perpustakaan yang juga berada di area Balai Kota Depok.

Lingkungan Perpustakaan di Balaikota Juga ditutup, sebelumnya, kasus serupa juga ditemukan di area kantor DPAPMK yang juga dilingkungan pemerintah setempat.

Terkait dengan sederet temuan tersebut, Hardiono menilai sudah seharusnya Balai Kota Depok di lockdown.

“Iya harusnya begitu jangan separuh-separuh, semua ditutup kayak Provinsi Jawa Barat semua ditutup,”katanya.
[13:09, 01/09/2020] Aji Hendro: Irma Harus Milki Peranan di Lingkungan

Kemirimuka-Ikatan Remaja Mawar di Kelurahan Kemirimuka harus  menerapkan peranannya dalam pembangunan di wilayahnya.

“Peran pemuda dalam melestarikan lingkungan hidup sangat besar,” kata Babinsa Kelurahan Kemirinuka Serma Suhana saat menghadiri kegiatan Irma.

Menurutnya pemuda merupakan generasi penerus yang kelak akan mewarisi bangsa ini, termasuk kekayaan alam dan lingkungan hidup di dalamnya.

“Namun hal tersebut masih belum tampak saat ini masih banyak bukti bahwa masih kurang bijaknya generasi muda dalam masalah melestarikan lingkungan,” tambahnya.

Contoh kecilnya, sebutnya masih ditemukan pagar-pagar sekolah atau pagar bangunan lainnya yang menjadi bukti kurang bijaknya generasi muda.

Mereka masih semena-mena mencoret-coret dan bahkan menuliskan kata-kata yang senonoh disana.

Padahal itu perilaku yang mencerminkan merusak lingkungan sekitar.

Menjadi generasi muda yang bijak itu harus dimulai dari pribadi sendiri serta dukungan orangtua dan pemerintah dalam menjaga lingkungan hidup dengan baik hingga bisa bermanfaat untuk masa depan mereka nantinya, sebutnya.

Ia mengatakan banyak cara yang bisa ditempuh generasi muda dalam menjaga kebersihan lingkungan, salah satunya dengan melibatkan pemuda dalam kegiatan Bakti Sosial.

Dari situ generasi muda bisa mengetahui tata cara pelestarian serta manfaat dari lingkungan yang bersih.

“Seterusnya para generasi muda yang memiliki kepedulian akan kebersihan dan kelestarian lingkungan, selalu berusaha menjaga dan merawat lingkungan sekitarnya,” lanjutnya.

Di lokasi sama Dewan Penasehat Irma Doni Fajar menambahkan Irma sudah ada sejak tiga tahun lalu dan sudah melakukan kegiatan yang sifatnya positif salah satunya di bidang olahraga dan bidang lainnya.

“Kedepannya kami akan tetap melakukan yang terbaik untuk lingkungan masyarakat umum,”katanya.(dro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here