Tiga Calon Walikota PKS Interaktif

0
13

godepok-Politik. Tiga calon Walikota Depok dari Partai Keadilan Sejahterah yakni Mohamad Hafid Nasir, Farida Racmayanti dan Imam Budi Hartono dinilai interaktif.

“Kami rasa ketiga calon tersebut dinilai interaktif dalam memaparkan gagasan untuk pembangunan Kota Depok kedepannya,” kata mantan Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail saat menghadiri acara “Gagasan Pembangunan Calon Walikota Depok dari PKS untuk bidang Pendidikan dan Kesehatan” pada Minggu (9/2).

Dia mengatakan ketiga calon tersebut dalam menyampaikan gagasannya sudah patut untuk menjadi seorang pemimpin Kota Depok.

“Ya kami tidak bisa menilai satu calon saja ketiganya kami layak apalagi ketiganya sudah memiliki pengalaman,” katanya.

Diharapkan kedepannya salah satu dari ketiga calon tersebut bisa menjadi pemimpin di Kota Depok.

Ditanya terkait petahana yang belum juga mendapatkan rekomendasi dan PKS lebih fokus kader serta proses Pemira,

“Saya datang ke sini kapasitasnya tidak untuk mengomentari itu,” tegasnya.

Calon Walikota dari PKS Imam Budi Hartono mengatakan, di sektor kesehatan perlu ada tiga item, yakni sarana dan prasarana, kedua keikut sertaan pihak swasta dalam pengelolaan kesehatan di Kota Depok dan ketiga sumber daya manusianya (SDM).

“Percuma ada gedung, kalau SDM-nya tidak ada. Maka, perlu ada rekrutmen, baik tenaga ahli, tenaga yang sifatnya membantu, seperti bidan, suster atau pegawai-pegawai lainnya. Agar rumah sakit di Kota Depok dapat melayani pasien secara baik,” katanya.

Di sektor pendidikan, Kota Depok harus gencar mengejar angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM),yang dulu rangking pertama, saat ini urutan ketiga di Jabar.

“Permasalahan IPM itu kan tiga factor yang mempengaruhi, yakni kesehatan, pendidikan dan ekonomi. Ini yang harus kita kejar pendidikannya, agar di Depok dapat meningkat dari sekarang,” katanya.

Dia mencontohkan, dengan mendata jumlah anak putus sekolah menengah atas di Depok.

Sehingga, berdasarkan data tersebut, pemerintah dapat membuat program seperti kejar Paket C .

“Dari data itu kan bisa kita buat kebijakan dan program untuk mengeja di sektor pendidikannya,” katanya.

Di tempat yang sama, Anggota DPRD Kota Depok, T. Farida Rachmayanti mengatakan, untuk sektor kesehatan, perlu managemen yang baik dan penggunaan teknologi informasi, seperti saat lansia berobat, tidak perlu lama mengantre di RSUD atau Puskesmas.

“Paling tidak, sudah ada kepastian mereka harus datang jam berapa. Itu kan perlu terkonek dengan teknologi informasi,” katanya.

Kedepan, jika mendapatkan amanah sebagai Calon Walikota dari PKS dan terpilih sebagai pemimpin Kota Depok kedepan, penyelenggaraan kota cerdas sudah tidak ada tawar menawar lagi.

“Karena, itu memberi nilai tambah pada sumber daya pembangunan yang sudah kita bangun selama 20 tahun terakhir,” ujanrnya.

Ia menjelaskan, di sektor Pendidikan diketahui bersama kompleksitas permasalahan sosial, peningkatan kualitas pendidikan berkarakter harus dimulai, dari PAUD, kedepan perlu dibuat kebijakan kurikulum PAUD harus berbasis karakter, bukan ke Baca, Tulis Hitung (Casistung).

“Anak-anak di Kota Depok harus menempuh itu sebelum ke SD. Dan SD sendiri tidak boleh menerima anak yang usianya belum genap enam tahun. Ini untuk basis, karena ini untuk membangun 10 tahun kedepan,” katanya.

Selanjutnya, terkait Sarpras pun harus diselesaikan. Sebab, ada faktor pertambahan penduduk. Ia pun sepakat dengan konsep kota cerdas, sharing dan kolaborasi.

“Kita harus libatkan swasta, sekolah-sekolah swasta perlu kita berdayakan, berikan bantuan yang bersifat hibah. Karena permintaan untuk pendidikan sangat tinggi, sementara fasilitas dan sarpras pendidikan masih terbatas,” katanya.(dro godepok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here