Tim Panelis Sebut Stop Remehkan Debat Terbuka Pilkada

0

godepokSeputarDepok, Debat calon walikota dan wakil walikota merupakan cara terbaik menjalani persaingan politik secara rasional dan beradab, baik bagi kandidat maupun pemilih.

Tim Panelis Debat Kandidat Calon Walikota dan Wakil Walikota Depok 2020
Ferry Kurnia Rizkyansyah kepada wartawan mengatakan dalam perdebatan akan terlihat mana calon yang paling siap memimpin. Ini yang kami sebagai tim panelis harapkan.

“Tetapi, setelah menyaksikan debat kandidat pertama Minggu (22/11/2020) sore yang disiarkan langsung stasiun televisi iNews, maka kami perlu mengemukakan adanya pandangan,”katanya.

Beragam topik debat sudah semestinya mencerminkan persoalan paling genting bagi Depok.

Tim Panelis sudah untuk debat pertama beberapa tema besar yang langsung menyentuh persoalan warga Depok, antara lain infrastruktur, birokrasi, korupsi, kriminalitas, hubungan antar daerah, transportasi, optimalisasi APBD, dan perizinan.

“Kami berharap pertayaan itu menggugah para kandidat merespon dengan pemikiran, program, dan strategi aksi yang jelas dalam menangani isu-isu tersebut,”katanya.

Depok memerlukan pemimpin yang berwawasan dan tahu persis cara memecahkan masalah, selain, tentu saja, mampu mengelola pembangun yang waras serta sehat bagi masa depan kota.

Karena itu, debat kandidat bisa dilihat sebagai ikhtiar mengembalikan persaingan ke jalur yang benar bahwa yang dipilih adalah pemimpin berwawasan, terampil, dan mengayomi.

Pilkada adalah kesempatan memilih pemimpin secara rasional. Sebuah ajang mengemukakan rasio atau pikiran, ide yang diturunkan menjadi konsep rancangan aksi untuk menemukan solusi atas masalah-masalah akut di Depok.

Dengan cara pandang tersebut, debat kandidat memiliki faedah mulia dan mendasar karena mencerdaskan pemilih.

Sudah pasti ada konstituen yang tak akan terpengaruh oleh debat para calon ini, yakni para pendukung fanatik setiap pasangan.

Tapi, di luar itu, perlu diingat pilkada lalu masih banyak warga Depok yang acuh dan emoh ke bilik suara untuk memilih. Berdasarkan data KPU Kota Depok pada 2010 angka golput sebesar 45.81 persen.

Lima tahun berikutnya angka golput turun sedikit 43.88 persen. Beberapa pengamat malahan meramalkan angka yang tak berpartisipasi akan semakin besar karena wabah Covid 19.

Menaikkan partisipasi pemilih di pilkada Depok bukan saja menjadi tanggungjawab KPU Kota Depok semata, tetapi juga parpol pengusung dan terutama para kandidat.

Debat kandidat adalah salah satu medium untuk menekan apatisme masyarakat terlibat di pilkada. Semakin berkualitas debat kandidat, maka semakin berpeluang mengajak masyarakat tidak golput.

Debat berkualitas yang diisi oleh persilangan pikiran dan konsep atas suatu masalah akan mendorong yang golput berpikir ulang, lalu memberi dukungan kepada calon yang tampil meyakinkan dalam debat.

Selain, tentu saja, dengan menimbang rekam jejak masing-masing tokoh.

“Jadi, kami berharap setiap pasangan calon tak akan menyia-nyiakan acara debat kandidat yang masih tersisa lagi ini, yaitu 4 Desember 2020,”katanya.

Apalagi debat dijadwalkan di televisi nasional dan berlangsung pada waktu prime time. Anda semua mewakili wajah Depok.

Bersiaplah benar-benar. Jawab pertanyaan dengan tepat, terukur dan tidak melantur atau jauh panggang dari api.

Terlalu banyak hal yang dipertaruhkan jika para kandidat Walikota dan Wakil Walikota Depok menganggap enteng acara ini.

“Kami berharap dapat menikmati adu program, juga solusi yang solid dan mencerahkan—bukan sekadar momen obral janji, serang menyerang hal personal, mempermalukan satu sama lain atau menggalang dukungan dangkal berdasarkan sentimen ras, kelompok, atau agama,”katanya.

Semoga debat kedua lebih berkualitas. Depok butuh pemimpin yang berpihak kepada rakyat banyak. Mari tunjukkan bahwa Anda semua yang berjuang menduduki jabatan Walikota dan Wakil Walikota Depok dalam Pilkada Depok 2020.(AH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here