Tingkat Pelanggaran Pemilu Meningkat, Bawaslu Gencar Lakukan Penertiban

0
12

godepok – Jumlah tingkat pelanggaran pemilu di Kota Depok meningkat hingga dua kali lipat  dibandingkan dengan masa pemilu sebelumnya, hal tersebut terbukti dari banyaknya temuan pelanggaran seperti, alat peraga kampanye yang terpasang bukan pada tempat yang ditentukan bahkan jumlahnya mencapai ribuan.

Koordinator Penindakan Pelanggaran Pemilu dari Bawaslu Kota Depok, Andriansyah mengatakan, untuk menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya bersama pihak terkait, seperti Satpol PP dan aparat kepolisian terus melakukan penertiban, dan kali ini, sasarannya adalah atribut kampanye yang dipasang tidak sesuai dengan ketentuan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Antaralain, stiker yang menempel di angkutan umum.  

“Dari hasil kegiatan penertiban APK yang dilakukan di beberapa titik lokasi seperti terminal, jalan baru- Arif Rahman Hakim dan lokasi lainnya, belasan stiker caleg yang terpasang di sejumlah angkutan umum berhasil ditertibkan,” ujarnya kepada wartawan.

Lebih lanjut Andriansyah mengatakan, meningkatnya jumlah pelanggaran disebabkan oleh beberapa faktor, antaralain, banyaknya jumlah peserta pemilu, masa waktu kampanye yang cukup panjang, serta sering terjadinya ketidaksepahaman antara calon legislatif dan partai politik.

Kondisi ini semakin kompleks, karena pelaksanaan pemilu legislatif maupun pemilihan presiden dilakukan secara serentak.

“Sebenarnya, tingkat kesadarannya sudah ada. Tapi sekarang ini kan, aturannya dibebankan pada peserta kampanye.  Semua calon legislatif harus berkoordinasi dengan partai politik, karena nanti itu akan nyambung ke dana kampanye,” terangnya.

Dari hasil pendataan sementara yang kami lakukan, kata Andriansyah, pihaknya mencatat telah menertibkan lebih dari seribu alat peraga kampanye yang dipasang bukan pada tempatnya. Seperti di sekolah, pohon, dan fasilitas umum lainnya.

“Kalau di angkutan umum, jelas melanggar, makanya kami copot. Yang dibolehkan itu di mobil pribadi, itu pun hanya terpasang logo partai saja,” katanya.

Karenanya, lanjut Andriansyah, Bawaslu terpaksa memberikan sanksi yang rata-rata adalah sanksi administrasi.

“Kalau masih membandel pastinya kita akan memberikan sanski reaktif entah itu dicopot, digunting alat kampanyenya atau bahkan tidak boleh mengikuti kampanye selama beberapa hari,” tandasnya.(win godepok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here