Ubah Stigma Negatif, Tokoh Masyarakat Pasar Kembang Gelar Sarkemfest

0

godepok-Gunungkidul, “Sarkem” mendengar akronim Pasar kembang ini mungkin sebagian orang langsung berasumsi negatif, memang tak dapat di pungkiri Sarkem memiliki sigma negatif di masyarakat karena terkenal dengan wisata hiburan malam di dalamnya.

Menelisik jauh sejarah Sarkem, bermula dari tempat penyimpanan balok-balok bantalan rel kereta api pada masa pembangunan infrastruktur kereta api di pulau jawa sehingga semula Sarkem di kenal dengan nama “Balokan” karena letak Sarkem tepat di depan stasiun kereta api Tugu.

Memasuki era 70 nama Balokan sudah tidak di pakai lagi oleh masyarakat Yogyakarta, namun berganti nama dengan nama Pasar Kembang karena di masa itu banyak pedagang kembang yang menjajakan dagangannya di sekitaran stasiun Tugu. Sehingga, walaupun saat ini sudah tidak ada lagi pedagang kembang namun Nama Pasar Kembang “Sarkem” tetap di gunakan hingga saat ini.

Sarkem sendiri memiliki lokasi yang sangat strategis pada peta pariwisata Yogyakarta, karena letaknya di ujung jalan Malioboro dan di sebelah utaranya terdapat stasiun kereta api Tugu.

Dalam upaya merubah citra negatif “Sarkem” di mata masyarakat, perlu adanya kegiatan pagelaran Budaya. Sehingga sejumlah tokoh masyarakat membuat sebuah event tahunan yang bertajuk Sarkemfest.

Adapun salah satu tokoh penggagas Sarkemfest salah satunya adalah Ipung Purwandari tokoh masyarakat Pasar Kembang sekaligus anggota DPRD kota Yogyakarta dari fraksi PDI-P yang sangat perduli dengan kegiatan sosial di daerah Pasar Kembang.

Mbak Ipung sapaan akrab Ipung Purwandari mengatakan Sarkemfest di adakan selain untuk merubah citra negatif Sarkem di mata masyarakat, Sarkemfest juga untuk membangkitkan kembali aktifitas pariwisata yang ambruk di hantam badai pandemi covid-19.

“Kita warga kota jogja yang sebagian besar menggantungkan hidup dari geliat pariwisata di Yogyakarta ini sangat terpuruk semenjak covid-19 melanda aktivitas usaha masyarakat kami berhenti, baik penjajak oleh-oleh, dan sovenir hingga layanan hotel yang berhenti,” ungkap Mbak Ipung saat di hubungi media Minggu (4/4) melalui sambungan WhatsApp messenger.

Ipung Purwandari menjelaskan bahwa Sarkemfest di adakan bukan baru kali pertama namun Sarkemfest telah di laksanakan sebelum pandemi covid-19 melanda tepatnya pada tahun 2017.

“Sarkemfest ini sebenarnya sudah menjadi event tahunan kami, Sarkemfest pertama kali kami laksanakan pada tahun 2017, dan karena tahun ini pandemi covid-19 melanda dan menimbulkan dampak ekonomi Yogyakarta, sehingga Sarkemfest tahun ini kami lakukan kembali selain untuk memberikan citra positif kepada masyarakat mengenai Sarkem juga untuk membangkitkan kembali perekonomian Yogyakarta khususnya pariwisata karena covid-19,” terang Ipung.

Sarkemfest tahun 2021 ini akan di mulai tanggal 3 hingga 10 april 2021 dengan sederet acara yang menampilkan budaya khas Jawa dan juga pertunjukan musik, selain itu Sarkemfest juga menampilkan produk UMKM khas koya Yogyakarta, dengan protokol kesehatan yang ketat.(WAP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here