Vaksin Difteri, Pertusis, Tetanus cara terbaik Imunisasi Difteri

0
966
Mapping KLB Difteri (Kemenkes RI)

godepok. Masih seputar KLB Difteri yang menguncang dunia kesehatan kita akhir akhir ini, kita akan sajikan vaksin apa saja dan kegunaannya untuk penanggulangan wabah penyakit Difteri.

godepok mencoba melansir dari Channel News Asia, haibunda.com dan detik healthy dan ini hasilnya :

1. Siapa yang Harus Divaksin?

Semua anak Bun, dimulai usia 2 bulan. Orang dewasa juga perlu perlindungan dari tiga penyakit ini yaitu difteri, tetanus, dan pertusis (batuk rejan). Dosis penguat (boostee) juga bisa rutin dibutuhkan.

2. Berapa Dosis Vaksinnya?

Kalau bayi, jadwalnya biasanya empat dosis DTaP, yang disuntikkan pada anak usia 2, 4, 6, dan 15-18 bulan. Suntikan kelima, atau dosis booster, direkomendasikan diberi antara usia 4 dan 6 tahun, kecuali kalau dosis keempat diberikan terlambat yakni setelah ulang tahun keempat.

Bagi orang-orang yang tidak pernah divaksinasi atau yang mungkin sudah pernah divaksin di awal, tapi rangkaian nggak diselesaikan, 3 dosis Td harus diberi dengan jeda 1 sampai 2 bulan antara dosis pertama dan kedua. Terus jeda 6 sampai 12 bulan antara dosis kedua dan ketiga. Salah satu dosis, sebaiknya pada suntikan pertama, harus mengandung komponen pertusis dalam bentuk Tdap. Karena kekebalan terhadap difteri dan tetanus berkurang seiring berjalannya waktu, penguat (booster) Td dibutuhkan setiap 10 tahun sekali.

Vaksin DTP

3. Kapan Remaja dan Orang Dewasa Dapat Booster?

Pakar Imunologi menganjurkan agar dosis pertama Tdap diberikan kepada semua remaja pada usia 11-12 tahun sebagai booster pada kunjungan imunisasi rutin remaja, jika remaja itu sudah menyelesaikan jadwal DTaP saat kecil dan belum menerima dosis Td atau Tdap.
Jika anak berusia 7-10 tahun tidak menyelesaikan suntikan seri utama di masa kanak-kanak, dosis Tdap mungkin diberikan lebih awal sebagai bagian dari vaksinasi catch-up.

Semua orang dewasa juga harus menerima dosis tunggal Tdap sesegera mungkin, dosis penguat (booster) Td berikutnya harus diberikan setiap 10 tahun sekali. Dan bagi orang dewasa yang suka traveling harus mempertimbangkan untuk mendapatkan suntikan booster saat bepergian ke belahan dunia di mana difteri tersebar luas.

Kalau seseorang mengalami luka dalam atau tusukan atau luka yang terkontaminasi kotoran, dosis tambahan booster dapat diberikan jika dosis terakhir lebih dari lima tahun yang lalu. Ini bisa berupa dosis Td atau Tdap, tergantung pada vaksinasi orang tersebut.

Catatan terpenting bahwa semua imunisasi si kecil sehingga dosis pengulangan tidak diperlukan. Tubuh kita memang sangat penting untuk dilindungi, tapi menerima lebih banyak dosis dibanding yang direkomendasikan bisa menyebabkan meningkatnya reaksi lokal seperti pembengkakan lengan yang menyakitkan.

4. Bisakah Ibu Hamil Dapat Vaksin Tdap?

Semua wanita hamil harus menerima Tdap. Remaja atau wanita yang hamil harus menerima Tdap pada setiap kehamilannya. Remaja dan orang dewasa yang baru saja menerima vaksin Td dapat diberikan Tdap tanpa masa tunggu.

Sebaiknya suntikan diberi antara usia kehamilan 27 dan 36 minggu. Karena bayi tidak cukup terlindungi dari pertusis sampai mereka menerima minimal 3 dosis DTaP, dan sangat penting semua orang yang kontak dengan bayi kurang dari 12 bulan divaksinasi dengan Tdap. Jika ibu baru belum divaksin Tdap, baiknya divaksin sebelum pulang ke rumah.

5. Siapa yang Merekomendasikan Penggunaan Vaksin Ini?

Center Disease and Control (CDC), American Academy of Pediatrics (AAP), American Academy of Family Physicians (AAFP), dan American College of Physicians (ACP) semuanya merekomendasikan vaksin ini.

6. Apa Efek Samping Vaksin?

Reaksi lokal, seperti demam, kemerahan dan bengkak di tempat suntikan, dan nyeri saat disuntik yang membuat anak atau orang dewasa tak nyaman. Tapi, reaksi ringan dan sistemik ini jauh lebih jarang terjadi pada vaksin DTaP Asellular. Nah, efek samping Td atau Tdap pada anak-anak dan orang dewasa yang lebih tua termasuk kemerahan dan bengkak di tempat suntikan (mengikuti Td) dan nyeri tubuh yang umum, dan kelelahan (mengikuti Tdap).

Vaksin berlaku untuk tingkatan usia

Anak-anak dan orang dewasa yang menerima lebih dari dosis vaksin Td / Tdap yang direkomendasikan dapat mengalami peningkatan reaksi lokal, seperti pembengkakan lengan yang menyakitkan. Hal ini disebabkan tingginya kadar antibodi tetanus dalam darahnya.

7. Siapa yang tidak boleh menerima vaksin ini?

Orang yang mengalami alergi yang serius terhadap dosis DTaP atau vaksin Tdap sebelumnya tidak boleh menerima dosis lain. Reaksi alergi meliputi suhu 38 derajat Celcius atau lebih tinggi dalam dua hari, ambruk atau keadaan seperti shock dalam dua hari, menangis terus-menerus selama lebih dari tiga jam dalam dua hari, atau kejang dalam tiga hari dan selain itu, orang dengan kondisi neurologis tertentu juga baiknya menunda mendapat vaksin DTaP atau Tdap sampai dilakukan evaluasi.

8. Seberapa Efektif Vaksin Ini?

Vaksin ini nggak menimbulkan penyakit. Terkait efektivitasnya, setelah seri primer DTaP atau Td / Tdap lengkap, kira-kira 95 peresen orang akan memiliki tingkat antimetox difteri yang efektif dan 100 persen akan memiliki tingkat protektif tetanus antitoksin dalam darah mereka.

Namun, tingkat antitoksin menurun seiring waktu sehingga booster rutin dengan tetanus dan toksin difteri. (tim redaksi godepok)

Vaksin Difteri, Pertusis, Tetanus

godepok. Masih seputar KLB Difteri yang menguncang dunia kesehatan kita akhir akhir ini, kita akan sajikan vaksin apa saja dan kegunaannya untuk penanggulangan wabah penyakit Difteri.

godepok mencoba melansir dari Channel News Asia, haibunda.com dan detik healthy dan ini hasilnya :

1. Siapa yang Harus Divaksin?

Semua anak Bun, dimulai usia 2 bulan. Orang dewasa juga perlu perlindungan dari tiga penyakit ini yaitu difteri, tetanus, dan pertusis (batuk rejan). Dosis penguat (boostee) juga bisa rutin dibutuhkan.

2. Berapa Dosis Vaksinnya?

Kalau bayi, jadwalnya biasanya empat dosis DTaP, yang disuntikkan pada anak usia 2, 4, 6, dan 15-18 bulan. Suntikan kelima, atau dosis booster, direkomendasikan diberi antara usia 4 dan 6 tahun, kecuali kalau dosis keempat diberikan terlambat yakni setelah ulang tahun keempat.

Bagi orang-orang yang tidak pernah divaksinasi atau yang mungkin sudah pernah divaksin di awal, tapi rangkaian nggak diselesaikan, 3 dosis Td harus diberi dengan jeda 1 sampai 2 bulan antara dosis pertama dan kedua. Terus jeda 6 sampai 12 bulan antara dosis kedua dan ketiga. Salah satu dosis, sebaiknya pada suntikan pertama, harus mengandung komponen pertusis dalam bentuk Tdap. Karena kekebalan terhadap difteri dan tetanus berkurang seiring berjalannya waktu, penguat (booster) Td dibutuhkan setiap 10 tahun sekali.

3. Kapan Remaja dan Orang Dewasa Dapat Booster?

Pakar Imunologi menganjurkan agar dosis pertama Tdap diberikan kepada semua remaja pada usia 11-12 tahun sebagai booster pada kunjungan imunisasi rutin remaja, jika remaja itu sudah menyelesaikan jadwal DTaP saat kecil dan belum menerima dosis Td atau Tdap.
Jika anak berusia 7-10 tahun tidak menyelesaikan suntikan seri utama di masa kanak-kanak, dosis Tdap mungkin diberikan lebih awal sebagai bagian dari vaksinasi catch-up.

Semua orang dewasa juga harus menerima dosis tunggal Tdap sesegera mungkin, dosis penguat (booster) Td berikutnya harus diberikan setiap 10 tahun sekali. Dan bagi orang dewasa yang suka traveling harus mempertimbangkan untuk mendapatkan suntikan booster saat bepergian ke belahan dunia di mana difteri tersebar luas.

Kalau seseorang mengalami luka dalam atau tusukan atau luka yang terkontaminasi kotoran, dosis tambahan booster dapat diberikan jika dosis terakhir lebih dari lima tahun yang lalu. Ini bisa berupa dosis Td atau Tdap, tergantung pada vaksinasi orang tersebut.

Catatan terpenting bahwa semua imunisasi si kecil sehingga dosis pengulangan tidak diperlukan. Tubuh kita memang sangat penting untuk dilindungi, tapi menerima lebih banyak dosis dibanding yang direkomendasikan bisa menyebabkan meningkatnya reaksi lokal seperti pembengkakan lengan yang menyakitkan.

4. Bisakah Ibu Hamil Dapat Vaksin Tdap?

Semua wanita hamil harus menerima Tdap. Remaja atau wanita yang hamil harus menerima Tdap pada setiap kehamilannya. Remaja dan orang dewasa yang baru saja menerima vaksin Td dapat diberikan Tdap tanpa masa tunggu.

Sebaiknya suntikan diberi antara usia kehamilan 27 dan 36 minggu. Karena bayi tidak cukup terlindungi dari pertusis sampai mereka menerima minimal 3 dosis DTaP, dan sangat penting semua orang yang kontak dengan bayi kurang dari 12 bulan divaksinasi dengan Tdap. Jika ibu baru belum divaksin Tdap, baiknya divaksin sebelum pulang ke rumah.

5. Siapa yang Merekomendasikan Penggunaan Vaksin Ini?

Center Disease and Control (CDC), American Academy of Pediatrics (AAP), American Academy of Family Physicians (AAFP), dan American College of Physicians (ACP) semuanya merekomendasikan vaksin ini.

6. Apa Efek Samping Vaksin?

Reaksi lokal, seperti demam, kemerahan dan bengkak di tempat suntikan, dan nyeri saat disuntik yang membuat anak atau orang dewasa tak nyaman. Tapi, reaksi ringan dan sistemik ini jauh lebih jarang terjadi pada vaksin DTaP Asellular. Nah, efek samping Td atau Tdap pada anak-anak dan orang dewasa yang lebih tua termasuk kemerahan dan bengkak di tempat suntikan (mengikuti Td) dan nyeri tubuh yang umum, dan kelelahan (mengikuti Tdap).

Anak-anak dan orang dewasa yang menerima lebih dari dosis vaksin Td / Tdap yang direkomendasikan dapat mengalami peningkatan reaksi lokal, seperti pembengkakan lengan yang menyakitkan. Hal ini disebabkan tingginya kadar antibodi tetanus dalam darahnya.

7. Siapa yang tidak boleh menerima vaksin ini?

Orang yang mengalami alergi yang serius terhadap dosis DTaP atau vaksin Tdap sebelumnya tidak boleh menerima dosis lain. Reaksi alergi meliputi suhu 38 derajat Celcius atau lebih tinggi dalam dua hari, ambruk atau keadaan seperti shock dalam dua hari, menangis terus-menerus selama lebih dari tiga jam dalam dua hari, atau kejang dalam tiga hari dan selain itu, orang dengan kondisi neurologis tertentu juga baiknya menunda mendapat vaksin DTaP atau Tdap sampai dilakukan evaluasi.

8. Seberapa Efektif Vaksin Ini?

Vaksin ini nggak menimbulkan penyakit. Terkait efektivitasnya, setelah seri primer DTaP atau Td / Tdap lengkap, kira-kira 95 peresen orang akan memiliki tingkat antimetox difteri yang efektif dan 100 persen akan memiliki tingkat protektif tetanus antitoksin dalam darah mereka.

Namun, tingkat antitoksin menurun seiring waktu sehingga booster rutin dengan tetanus dan toksin difteri. (tim redaksi godepok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here