Waduh, Ruang ICU Covid 19 di Depok Overload

0

godepokSeputarDepok, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan membahas hal teknis dengan pihak RSUD Depok soal rencana penambahan ruang ICU di Depok. Seperti diketahui bahwa jumlah ICU di Depok saat ini terbatas dan sudah penuh untuk merawat pasien Covid19 dengan gejala berat.

“Untuk pasien dengan gejala berat itu memerlukan ICU, itu yang perlu ditingkatkan. Kalau untuk yang ringan dan sedang relatif lebih terkendali,” katanya di RSUD Depok.

Dalalm kunjungannya ke RSUD Depok, Emil menemui adanya salah satu tenaga kesehatan yang terpapar juga dan hal itu pun akan menjadi bahan evaluasinya. Sehingga, ke depan para tenaga kesehatan ini menjadi lebih aman dan nyaman dalam menangani pasien Covid19.

“Contoh di atas, ada satu ruangan yang terpapar adalah nakes. Itu sedang kita evaluasi supaya rasa aman tenang nyaman nakes bisa menjamin mereka dalam mengendalikan Covid19,” katanya.

Emil juga meminta kepada Pemkot agar disiapkan skenario jika nanti terjadi peningkatan angka pasien.

“Mulai dari rekayasa ruangan dan lainnya. “ Skenario A yang sekarang, skenario B ada tambahan tadi 19 RS ditambahin lagi, skenario C pinjem dengan Bodebek lewat saya tapi,” ucapnya.

Selain itu, pengetatan di zona merah harus terus dilakukan,  karena penyebaran di klaster rumah tangga dan perkantoran cukup tinggi.

“Yang kerja di Jakarta tapi KTP Depok ternyata prosentasenya tinggi. Jadi PSBM mikro yang ketat dan dampaknya. Mudah-mudahan dengan kordinasi sebagai satu kesatuan lebih mudah,” tambahnya.

Terkait PSBB ketat, lanjut Emil,  memang sudah pasti berdampak pada sektor informal dimana mereka menjadi tidak bisa kerja, Karenanya, Dengan kondisi itu, Emil meminta pada Walikota Depok untuk menghitung dampak dari pengetatan tersebut.

“Dampak itu yang saya minta Pak Wali menghitung. Jumlahnya itu seribu, dua ribu, seratus ribu itu saya nggak tahu,”katanya.(dro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here