Warga BHI Siap Serahkan Fasos dan Fasum ke Pemkot

0

godepokSeputarDepok, Warga di Perumahan Bumi Husada Indah RT 06/06 Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong siap menyerahkan fasilitas Sosial dan fasilitas Umum ke Pemkot Depok.

Ketua RT 06/06 Sondak Bach Ruli kepada wartawan mengatakan keberadaan perumahan BHI sudah ada sejak tahun 2009 dan layak diserahkan ke Pemkot Depok.

“Lingkungan kami ini belum pernah mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemkot Depok mulai dari infrastruktur hingga bidang lainnya,”katanya.

Dia mengatakan Penyerahan fasilitas sosial dan fasilitas umum merupakan kewajiban pengembang. Hal itu diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri No 9 Tahun 2009 tentang Pedoman Penyerahan Sarana Prasarana, Utilitas Perumahan, dan Permukiman di Daerah.

Kenyataannya, banyak pengembang yang mengingkari aturan itu sehingga fasilitas tersebut telantar, seperti yang dialami warga di BHI.

“Kami dan warga sudah menghubungi Pak Narko selaku perwakilan manajemen namun tidak ada kabar kayaknya sudah kabur,”katanya.

Dengan kondisi seperti maka dia bersama warganya mengajukan proposal penyerahan fasos dan fasum ke Bagian Aset Badan Keuangan Daerah Kota Depok.

“Beberapa hari lalu warga kita menyerahkan proposal penyerahan fasos dan fasum dengan melampirkan persyaratan yang sudah ditentukan,”katanya.

Setelah mengajukan proposal penyerahan fasos lalu ditindaklanjuti oleh Bagian Aset dan timnya dengan melakukan survei ke lokasi yakni BHI.

Dasar hukum pengambilalihan fasilitas sosial dan fasilitas umum di 18 perumahan adalah Pasal 21, Permendagri Nomor 9 Tahun 2009.

Dalam ketentuan itu disebutkan pemerintah daerah dapat mengambil alih fasilitas sosial dan fasilitas umum jika ditelantarkan dan belum diserahkan kepada pemerintah.

“Saya juga berharap agar fasos fasum perumahan BHI bisa direspon bahkan diterima oleh Pemkot Depok,”katanya.

Penyerahannya tertunda bertahun-tahun, selama ini tidak ada intervensi APBD untuk pembangunan dan perawatan Fasos Fasum di wilayah perumahan mereka, jadi pembangunannya jadi kurang maksimal.

Staf Pengamanan Aset Badan Keuangan Daerah Kota Depok, Yoga menambahkan setelah melakukan survei di lokasi maka akan dikomunikasikan terlebih dulu ke pimpinan.

“Ya kami survei dulu, kemudian dilaporkan ke pimpinan,”katanya.

Walikota Depok Mohammad Idris meminta para pengembang perumahan, hotel dan apartemen segera menyerahkan lahan
Fasos dan Fasum yang mereka miliki.

“Kami sudah mengimbau fasos fasum yang belum diserahkan ke pemerintah hendaknya segera diserahkan. Sehingga biaya atau perawatannya bisa dilakukan oleh pemerintah,” ujarnya.

Dirinya memberikan contoh, jalan di kawasan Perumahan GDC dalam keadaan hancur.

Padahal pemerintah berkeinginan untuk memperbaiki jalan tersebut. Namun begitu, pihak GDC rupanya belum menyerahkan asetnya kepda pemerintah.

“Kalau kami garap (perbaiki, red) itu belum diserahkan kepada kami, sementara masyarakat minta untuk segera diperbaiki, sementara kami tidak bisa menggunakan anggaran pemerintah karena itu masih milik swasta,” paparnya.

Dari itu, kata dia, jika memang perbaikan harus ditangani oleh pemerintah maka aset-aset yang ada harus diserahkan kepada pemerintah.(dro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here