Warga Geruduk Proyek Margocity

0

godepok. Masyarakat di Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji berencana akan menggeruduk proyek pelaksanaan pembangunan pusat perbelanjaan Margocity.

“Kesabaran warga kami sudah habis, yang sudah berapa bulan ini belum ada jawaban dari pihak manajemen Margocity, bahkan salah satu penanggung jawab Syahrul sulit dihubungi,” kata wakil Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Friansyah saat ditemui di lingkungan warga pada Jumat (25/1).

Dia mengatakan pihaknya sebenarnya sudah bersabar untuk menunggu jawaban dari pihak manajemen Margocity namun hingga saat ini belum ada jawaban yang serius.

“Jangan salahkan jika Jumat (25/1) hari ini usai Sholat Jumat warga kita akan geruduk Margocity karena warga sudah kesal dan tidak ada respon dari pihak Margocity,” katanya.

Dia menduga proses perizinan pembangunan Izin Mendirikan Bangunan Margocity baru di Jalan Margonda belum ada dikarenakan selama ini belum ada sosialisasi dari bawah ke atas.

“Mana surat IMBnya kalau memang ada mana bukti otentiknya jangan hanya bilang ada saja, kami mau liat IMBnya,” katanya.

Bahkan dirinya melakukan pengecekan ke bagian Kecamatan Beji dan Kelurahan Kemirimuka namun surat IMB tidak ada bahkan blue printnya juga tidak ada.

Dia mengatakan saat pihak manajemen Margocity melakukan pembangunan perluasan di wilayah belakang dari lokasi gedung pertama namun proses perizinan diduga belum ada kegiatan sosialisasi kepada warganya.

Seharusnya sebelum dilakukan pembangunan pihak Margocity melakukan sosialisasi dari bawah ke atas dan pemaparan Analisa Dampak Lingkungan atau Amdal kepada warga.

“Sampai saat ini kami dan warga saja belum pernah di undang pelaksanaan pemaparan Amdal, dimana pemaparan Amdal merupakan salah satu proses pembangunan,” katanya.

Ada asumsi kalau perizinan dilakukan saat pembangunan gedung pertama, namun menurutnya perizinan gedung baru ini ada masa periodenya dimana ada masa kadarluasa proses perizinan.

Dia mengatakan pihaknya mendapatkan laporan atau keluhan dari masyarakat terkait pelaksanaan proses pembangunan proyek perluasan Margocity dimana diduga telah melanggar kesepakatan bersama.

” Ada warga yang lapor kepada kami karena temboknya retak diduga dampak dari pembangunan gedung enam lantai tersebut,” katanya.

Terkait kasus ini dirinya sudah melaporkan kepihak manajemen bahkan sudah ditinjau akan tetapi progresnya tidak jelas, dan terkesan meremehkan warga.

Masalah lainnya adalah dimana pelaksanaan proyek pembangunan itu dikerjakan pada malam hari sehingga menimbulkan kebisingan hingga ke pemukiman warga.

“Warga kita juga mengeluhkan suara bising dari alat berat proyek tersebut bahkan pekerjaan proyek hingga larut malam yang menganggu warga istirahat di rumah,” katanya.

Dia mengatakan atas masalah ini masyarakat mengalami kerugian-kerugian akibat adanya pekerjaan proyek tersebut.

“Atas kerugian- kerugian yang ditimbulkan dari kegiatan tersebut pihak margo serasa tidak mau menyelesaikannya dan terkesan melecehkan warga yang terdampak dari kegiatan proyek tersebut,” katanya.

Friansyah menambahkan warga sudah menunggu lama atas jawaban atau sikap dari pihak manajemen Margocity namun hingga saat ini belum ada.

“Sebenarnya warga kita sudah menunggu sikap kebaikan dari Margo namun ya kita kayaknya malah diiginikan, ya kita demo aja hari ini,” katanya.

Di lokasi lain Lurah Kemirimuka, Khairul Adnan atau yang biasa disapa Lurah Aceng menambahkan pihaknya akan berupaya menjembatani masaalah ini antara warga dengan manajemen Margocity.

Sementara itu salah satu manajemen Margocity Sriyaman saat dikonfirmasi hal tersebut bisa dikomunikasikan dengan Ahmad Syahrul, sementara Ahmad Syahrul saat dikonfirmasi tidak memberikan jawaban.(dro godepok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here