Warga Tolak Pertemuan dengan Seorang yang Mengaku Imam Mahdi dan Pengikutnya.

0

godepok-SeputarDepok, Warga di Kampung Perigi, Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan kembali diresahkan oleh Winardi, pria yang sempat mengaku sebagai Imam Mahdi pada tahun 2019 lalu.

Warga menolak pertemuan pengikut Winardi yang pada tahun 2019 lalu mengaku sebagai Imam Mahdi

Berdasarkan informasi di lapangan menyebutkan dimana Winardi dalam waktu dekat ini atau menjelang bulan Ramadan akan kembali mengumpulkan para pengikutnya untuk sebuah kegiatan tertentu.

Untuk mencegah terjadinya kegiatan tersebut, sejumlah tokoh ulama dan pemuka agama, warga setempat pun langsung menggelar pertemuan, dan memanggil Winardi ke Kantor Kelurahan Bedahan.

Kapolsek Sawangan AKP Rio Mikael Tobing, saat dikonfirmasi wartawan mengatakan mengantisipasi hal yang tidak diinginkan Lurah melarang tentang pertemuan yang dilakukan Winardi untuk menjaga hal yang tidak diinginkan

Dikhawatirkan, Winardi mengumpulkan kembali pengikutnya untuk menyebarkan kembali aliran yang dianggap sesat seperti sebelumnya.

Namun demikian, hasil dari pertemuan, Winardi bersedia membatalkan kegiatan tersebut, dan membantah tuduhan aliran sesat yang disematkan padanya.

“Jadi sebenarnya dia mau bikin pertemuan untuk membahas hasil koperasi. Jadi mereka buat koperasi, nah mereka mau membahas hasil koperasi itu. Tapi warga khawatirnya Winardi kembali mengulang perbuatannya,” katanya

Rio Mikael Tobing mengimbau agar warga tak perlu resah dan khawatir, dan memberikan informasi pada pihaknya bilamana ada kegiatan serupa.

“Kami mengimbau masyarakat jangan gusar dan resah. Tetap bisa mengendalikan situasi yang aman kondusif. Apabila ada perkembangan dan situasi menonjol bisa dilaporkan supaya ditindaklanjuti,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan pada tahun yang memiliki puluhan pengikut di padepokannya, usai mengaku sebagai Imam Mahdi.

usai menyampaikan permohonan maafnya, Winardi memberikan keterangan awal mula kenapa dirinya sampai mengaku sebagai Imam Mahdi.

Winardi menuturkan, pada suatu malam dirinya seperti melakukan perjalanan ritual ketika tertidur.

“Jadi waktu itu saya menempuh perjalanan tapi badan saya di rumah pidi, sementara yang perjalanan ritual itu itu ruh saya. Posisi ruh spiritualnya itu pulang ke kampung,”katanya.(AH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here